MALANG — Dalam rangka memperkuat mutu pendidikan tinggi serta memperluas jejaring kolaborasi, jajaran pimpinan Universitas Cahaya Surya (UCS) Kediri melakukan kunjungan resmi ke Universitas Ma Chung, Malang. Kegiatan ini tidak hanya diisi dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding /MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (Memorandum of Agreement/MoA), tetapi juga penyerahan cenderamata serta benchmarking tata kelola institusi, keuangan, hingga pengembangan program studi.
Delegasi UCS Kediri yang hadir dalam kunjungan ini dipimpin langsung oleh Rektor, Wakil Rektor 1 Ir. Arbi Tri Kuswardhana, S.T., M.T., bersama Wakil Rektor 3 Mohammad Sulkifli, S.M., M.M., perwakilan LPPM Fardan Zamakhsyari, M.Kom., Dekan Fakultas Teknik Rizka Suhana, M.Kom., Kaprodi Manajemen Mukhamad Rinda Rifa’i, S.E., M.M., serta Nita Fitria, S.T. selaku tim humas. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra Menahen Taneo, M.M., M.Sc., beserta jajarannya.

Suasana diskusi dan sharing session antara delegasi Universitas Cahaya Surya dengan jajaran Pimpinan Universitas Ma Chung. (Foto: Humas UCS)
Kolaborasi Strategis dan Penyerahan Cenderamata
Agenda utama kunjungan ini berfokus pada kerja sama Tridharma Perguruan Tinggi yang mencakup kolaborasi publikasi, riset bersama, penelitian, hingga penyelenggaraan webinar. Mengingat Universitas Ma Chung memiliki lima jurnal yang telah terakreditasi SINTA, Rektor Ma Chung membuka peluang lebar bagi dosen-dosen UCS Kediri untuk bergabung dalam kegiatan riset bersama.
Selain kesepakatan MoU tingkat universitas, dalam kesempatan yang sama juga disahkan Perjanjian Kerja Sama (MoA) secara spesifik antara Fakultas Teknik Universitas Ma Chung dan Fakultas Teknik Universitas Cahaya Surya. Sebagai penanda resmi terjalinnya kolaborasi serta bentuk apresiasi antar-lembaga, kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan plakat cenderamata kenang-kenangan.

Penyerahan plakat cenderamata secara simbolis dari Rektor Universitas Cahaya Surya Dwi Cahya Widiyanata, S.E.,M.Ak. kepada Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra Menahen Taneo, M.M., M.Sc.
Benchmarking Tata Kelola Keuangan dan Inovasi Akademik
Tidak sekadar seremoni kerja sama, kegiatan ini dimanfaatkan oleh kedua belah pihak untuk berdiskusi mendalam (sharing session) terkait berbagai tantangan pengelolaan perguruan tinggi swasta. Salah satu topik hangat yang dibahas adalah sistem pengelolaan keuangan yang terpusat di yayasan.
Menanggapi kendala birokrasi keuangan yang kerap dirasakan perguruan tinggi, pihak Universitas Ma Chung membagikan strategi mereka melalui penerapan Rencana Anggaran Biaya (RAB) berbasis unit kerja yang disusun secara matang setiap tahun dan dibagi per triwulan. Dengan transparansi perencanaan yang terintegrasi dengan Rencana Strategis (RENSTRA) prodi, pihak yayasan dapat mengontrol dan mendukung pendanaan program kerja secara lebih efektif.
Selain tata kelola keuangan, rombongan UCS Kediri juga menggali banyak inspirasi dari keunggulan akademik Universitas Ma Chung mulai dari penerapan mata kuliah Kewirausahaan yang berjalan selama enam semester, kewajiban penguasaan Bahasa Mandarin bagi mahasiswa di tahun-tahun awal kuliah guna menjawab kebutuhan dunia industri, hingga pengelolaan prodi kesehatan unggulan yang menerapkan standar one student, one medical device (satu mahasiswa satu alat praktik).
Inspirasi dari Filosofi Kampus
Di penghujung acara, rombongan berkesempatan melihat langsung suasana kampus dan fasilitas yang ada. Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Stefanus Yufra, berpesan bahwa dalam mengelola institusi pendidikan, setiap tantangan kegagalan maupun keberhasilan adalah proses pembelajaran yang berharga. Beliau juga membagikan makna mendalam dari filosofi “Minum Air Ingat Sumbernya” yang terukir jelas di lobi kampus sebuah pengingat agar civitas akademika dan para alumni senantiasa mengenang serta memberikan kontribusi positif bagi almamater tempat mereka menimba ilmu.
Melalui kunjungan ini, Universitas Cahaya Surya berharap dapat mengadopsi berbagai praktik baik (best practices) dari Universitas Ma Chung guna meningkatkan mutu tridharma, memperkuat tata kelola kelembagaan, serta membawa dampak yang semakin luas bagi kemajuan dunia pendidikan di Indonesia.



